Pendidikan Seni Budaya Sosial Suara Perempuan

Tekan Pernikahan Dini, PKBI Rembang Gandeng Seniman

Sluke, REMBANGSATU.com–Masalah perkawinan anak dan kehamilan di usia remaja, dan khitan bagi perempuan menjadi perhatian. Keduanya berakar pada kemiskinan, minimnya pendidikan seksual dan reprodukasi, serta kurangnya akses pada layanan kesehatan seksual bagi para remaja.

Karena itu, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Rembang menggelar orientasi media terkait program Yes I Do, di Gentong Miring Art, 23-24 Juni 2020.

Hadir dalam acara tersebut isteri Bupati Rembang Hj Hasiro selaku ketua PKBI Rembang, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Rembang dll.

Ketua PKBI Rembang Hj Hasiro menjelaskan, bahwa untuk mengurangi atau menurunkan praktik perkawinan anak dan mencegah terjadinya kehamilan usia remaja, perlu adanya dukungan dan kerjasama seluruh stakholder.

“Termasuk menggandeng para pelaku seni, supaya isu isu tersebut bisa disampaikan dengan bahasa bahasa visual yang lebih indah agar masyarakat tidak jenuh dan bosan dengan bahasa verbal (oral),” katanya.

“Disamping itu, kampanye itu juga mampu masuk ke wilayah wilayah lebih luas yang sebelumnya menggandeng tokoh agama,” imbuh Hasiroh.

Abdul Chamim, pegiat seni sekaligus Founder Gentong Miring Art menyampaikan, kegiatan orientasi ini merupakan kerjsama PKBI Rembang dengan pelaku seni (seniman),khususnya Gentong Miring Art.

“Kerja bareng PKBI dan pelaku seni ini dalam rangka mengkampanyekan isu-isu Yes I Do seperti perkawinan di bawah umur, kehamilan usia remaja dan khitan bagi perempuan,” ungkap Chamim.

“Intinya, ingin menebar isu-isu itu ke beberapa pegiat seni yang dikemas dalam bentuk karya seni,” pungkasnya.(Am/R1)

Leave a Reply